Hot News Minggu Ini : Pemenang Festival Blog Rohani : Leo Agung Widiarto (Juara I), Clara Ayuk (Juara II), Cosmas Kusumadewa (Juara III) | Pemenang Festival Lagu Rohani : Lingk. Mojomulyo (Juara I), Lingkungan Krapyak (Juara II), Lingk. Ngrampal (Juara III) | Festival Olahraga dilaksanakan tanggal 15 November 2009, pendaftaran sebelum tanggal 13 November pada saudara David 085725268579 | Kunjungi Blog OMK Sragen di omksragen.blogdetik.com
OMK Paroki Sragen Menggugah Dunia

“Kaum muda adalah masa depan dunia, kalian adalah harapan Gereja, kalianlah harapan saya”
(Paus Yohanes Paulus II dalam upacara pelantikan sebagai Paus pada tanggal 22 Oktober 1978).

Pertanyaan spontan yang muncul setelah membaca kutipan pesan Bapa Paus Yohanes Paulus II di atas adalah, “Apakah pernyataan tersebut tidak terlalu berlebihan?” Pertanyaan tersebut akan segera terjawab apabila kita sedikit menengok sejarah. Sejarah bangsa kita menunjukkan peran kaum muda yang sungguh luar biasa. Gereja pun dibangun dan ditumbuhkan oleh orang-orang Muda. Karya Yesus diawali pada usia sekitar 30 tahun. Santo Paulus pun berkarya mewartakan Yesus yang wafat dan bangkit dalam usia muda. Dalam buku sejarah paroki kita, tokoh-tokoh awal pun banyak diwarnai orang-orang muda. Jadi tidak terlalu berlebihan pula bila Keuskupan Agung Semarang mengambil fokus pastoral Orang Muda di tahun 2009.


Orang Muda dalam Dunia

Dalam draft Nota Pastoral 2009, disebutkan beberapa hakekat orang muda.
1. Usia antara 13–35 tahun dan belum menikah
2. Aktualisasi Jatidiri
3. Gelisah dengan Kemapanan
4. Inspiratif
5. Spontanitas
6. Kokoh dalam Prinsip
7. Dinamis dan Kreatif
8. Berhasrat akan Nilai-Nilai Ideal
9. Teachable Moment, masa yang paling baik untuk mendapatkan pendidikan

Namun, bukan tanpa alasan pula jika seiring dengan perkembangan jaman, orang muda dikhawatirkan akan menjadi semakin individualis, apatis, konsumeris dan bahkan juga hedonis. Faktor penting yang mengakibatkan situasi ini adalah lemahnya pendidikan nilai kehidupan yang diberikan kepada orang muda. Sementara, pesatnya perkembangan teknologi informasi yang dihadirkan lewat korporasi media massa modern, telah menjejalkan nilai-nilai baru yang semakin memisahkan Orang Muda dari kenyataan sosialnya. Nilai-nilai baru ini juga berhasil menggeser nilai-nilai luhur tradisi dan kearifan lokal yang sebelumnya diyakini sebagai pegangan hidup.


Membangun Harapan

Menyikapi kekhawatiran di atas, kita bisa bisa saja tidak peduli, resah atau bahkan putus asa. Namun sebagai murid-murid Kristus kita dipanggil untuk terlibat secara aktif menghadirkan Kerajaan Allah di dunia. Kita dipanggil untuk meningkatkan kualitas hidup manusia dan seluruh ciptaan yang ada.

Santo Paulus, para Rasul Yesus, dan bahkan Yesus sendiri pun, hidup dalam suatu jaman yang mempunyai tantangan yang khas. Mereka tidak berhenti meratapi situasi yang dihadapi tapi mereka bangkit dan bergerak melintasi sejarah tersebut dan berusaha mengubahnya menjadi lebih kondusif demi terwujudnya Kerajaan Allah yang memerdekakan. Dan pertanyaan Bapa Uskup dalam Surat Gembala menyambut tahun kaum muda kiranya bisa melecut semangat dan harapan kita, ”Apa yang perlu kita usahakan agar hidup dan pekerjaan kita pun dapat, meskipun hanya amat sedikit, menampakkan kemuliaan Tuhan?”

Sambil mengenangkan St. Paulus, pribadi yang menggugah dunia, kita pegang teguh pesannya yang menguatkan hati : Karena itu saudari-saudaraku yang terkasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan, jerih payahmu tidak sia-sia (1 Kor. 15 : 58).


Kaum Muda Paroki Sragen

Sebagai upaya mempersiapkan diri menyambut tahun kaum muda 2009, kaum muda paroki Sragen mencoba merumuskan data-data dan kondisi nyata melalui kuisioner sebagai pijakan dalam merumuskan strategi dan kegiatan. Dari data-data dan kondisi tersebut, dirumuskan mimpi bersama yang ingin dicapai : BERGERAK DENGAN PENUH SYUKUR SEBAGAI KAUM MUDA YANG KRITIS DAN MILITAN.

Mimpi tersebut yang kiranya akan diwujudkan seluruh kaum muda paroki Sragen, apapun paguyuban, kelompok, lingkungan, maupun wilayahnya. Bergerak merupakan sebuah ajakan untuk bangkit. Penuh Syukur sebagai lambang ekaristi, ingin mengarahkan ajakan tadi kepada Allah sang pokok iman, harapan, dan kasih. Sebagaimana pesan Bapa Suci Benediktus XVI dalam Hari Pemuda Sedunia 2006 : ”Sahabat-sahabat mudaku, cintailah Sabda Allah dan cintailah Gereja, dan ini akan memberikan kalian akses kepada sebuah harta yang amat berharga nilainya dan akan mengajarkan kalian bagaimana menghargai kekayaannya.” Kritis lebih menggugah bahwa kaum muda hidup dalam kenyataan sosial dan dunia yang menuntut kepekaan dan keterlibatan. Militan seperti Paulus yang mengubah hidupnya dan mempersembahkan hanya untuk Kristus, hidup sebagai tawanan Kristus.

”Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikit pun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah”
(Kis. 20 : 24)


Untuk melihat aktivitas OMK Paroki Sragen selama Tahun Kaum Muda 2009, silahkan klik di sini!



 
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response.
0 Responses
Leave a Reply